Tuesday, 9 May 2017

Mengikuti Laju Sungai Ciwidey, Kabupaten Bandung

Seperti biasa tim di tempat saya bekerja selalu mengadakan miting pemantapan goals di luar kota, kali ini yang di pilih adalah daerah dataran tinggi di pinggir kabupaten Bandung tepatnya di Ciwidey. Perasaan memang tidak ada keanehan buat saya, karena daerah pernah sekali waktu dijadikan tempat yang sama seperti yang terjadi saat ini. Hanya saja ada beberapa point-point terbaru dibandingan momen dahulu, telusuk punya telusuk ada hal baru soal kegiatan tahun ini. Disini saya liat ada kegiatan rafting alias Arung Jeram. Beuuuuhhh....wadawwww ketus saya dalam hati ini. w ga bisa berenang bro...atut juga, hihihi.



Karena adanya kegiatan ini seminggu sebelum keberangkatan tim  ke Ciwidey saya mulai browsing-browsing via internet, dan tempat yang dituju adalah D'riam Riverside Resort. Keliatan lumayan hotelnya  bolehlah buat yang mo bulan madu disini, Riverside untuk raftingnya menantang....juga serem apalagi buat saya yang tidak bisa berenang. Kegiatan ini bisa menjadi "momok" yang menakutkan. Juga tambah-tambah info dari temen yang bermukim di Bandung dia bilang "Bandung lagi ektreem cuacanya Ra, Hati-hati aja!". Jelasnya. "Ciwidey juga lagi banjir". Tambahnya  

Screen Shoot Obrolan dengan Pak Nurdaya 

"Ah gimana ini, bisa dicancel ga ya" pikirku dalam hati. Memang pemberitaan belakangan sebelum saya berangkat ke Ciwidey lagi santer-santernya soal hujan es di Bandung, Banjir di Ciwidey. Ah gimana lagi ya sudah ikut saja lah setelah atasan memanggil secara personal saya bilang "ikut pak". Hitung-hitung buat pengalamanlah.

Tepat jam 06.00 WIB kami berangkat dari Cirebon dengan bis pariwisata dari PO Sahabat. Kurang lebih sebanyak 44 orang ada di bis ukuran 3/4 ini. Dalam perjalanan kami tidak mengalami macet yang berarti kecuali saat memasuki daerah sebelum masuk Ciwidey. Itu juga karena keadaan kali ya...

Menjelang Keberangkatan 

Tepat Pukul 11.00 WIB lebih sedikit, tim sampai di D'riam Resort Riverside, semua tim mendapatkan kamar masing-masing 1 kamar berisi 3 orang dan ada juga yang 4 orang. Kebetulan saya dapat kamar yang isinya 5 orang, tergabung bersama tim sok sibuk sehingga kamar ini berisi banyak perlengkapan untuk acara. 

Bangun tidur di take by Yayan

Kamarnya sih oke, pas kamar saya kategori family riverside ada 3 bed dengan 2 ruangan, 2 televisi 2 kamar mandi dan 1 tambahan bed. Saya ambil yang didalam saja karena ada pintu keluar yang viewnya asik menghadap sungai. asiik kan..hehhee

View Family Riverview D'riam Resort, Ciwidey

Setelah sedikit istirahat tapi ga tidur, acara akhirnya mulai tepat pukul 04.00 WIB, acara dimulai dengan sambutan-sambutan dulu dari owner, yaah isinya semacam harapan dari "pemilik warung" bahwa tujuan harus segera di realisasikan, Juga presentasi dari Bapak GM soal pemantapan goal untuk timnya. Lantas yang ditunggu oleh orang-orang lain yaitu session coaching dari Barlian Tata Winata seorang motivator yang berdomisili wilayah III Cirebon. Selama lebih dari 3 jam session ini berakhir dengan memposting guntingan-guntingan harapan dari masing-masing departemen. Suasana di samping ruang metting terdengar riuh, laju deras air sungai Ciwedey dan sepertinya ini tidak aman pikir saya. 

Session Pemantapan Goal Posting Dream

Acara materi selesai bro,.. semua pasti menunggu acara yang sangat dinantikan yakni rafting di sungai Ciwidey. Malam ini kami istiharat untuk mempersiapkan diri untuk rafting di esok hari. Sebelum jam 07.00 sebagian tim sudah berkumpul disamping  lobby hotel untuk sarapan pagi, seperti biasa saya agak terlambat kalau urusan bangun pagi. Acara rafting akan di jadwalkan pas jam 09.00 WIB. 

Kami semua sudah bersiap dengan seragam warna biru turkish yang pernah saya desain sekitar 2 tahun lalu dengan celana pendek ples separu kalo, kalo ga ada terserah saja. saat waktu sudah memasuki jadwalnya rafting ternyata diundur karena soal keamanan, menurut pihak penyelenggara air masih belum aman rafting diundur sampai jam 10.00.WIB. Mudah-mudahan ga jadi pikirku dalam hati, soalnya takut bro.... Karena jeda waktu kami mulai mencoba cari-cari kegiatan yang ga perlu bahkan ada hal gila yang dilakukan oleh sebian tim. Saya ya coba jalan-jalan di sekitar hotel, sedang agus rekan sedepartemen mencoba sensasi yang luar biasa jarang terjadi, ini penampakkannya, hahaha

Maaf agak saruuu

Dan waktu rafting telah tiba,....jeng...jenggg....,tepat jam 10.00 seketika datang tim dari rafting yang berlabel Bale Bambu Adventure mengajak  rombongan kami untuk berjalan ke depan menuju tempat parkir bis kami. Setelah semua berkumpul membuat lingkaran, salah satu pemandu rafting yang membawa pengeras suara portabel menyapa kami, "Semangat Pagi"!!!!....Lagi dia menyapa "Semangat Pagi"!! kemudian di jawab dengan serentak oleh tim "Semangat Pagi!!!!!. Ahh pikirku ini mah sama kayak session coaching yang sering dilakukan tim kami di pabrik atau acara-cara kayak gini, wah kayaknya gampang masuk nih.


Benar juga situasi begitu mudah mencair, Pemandu rafting menerangkan bahwa resiko yang terjadi antara peserta yang bisa berenang dan tidak bisa berenang adalah sama jadi tidak usah takut yang membedakan hanyalah tingkat kepanikan dan kesiapan dlaam menerima resiko. Kemudian saya dan tim diajak utuk bermain gim untuk memperkuat respon dan mental peserta mengahadapi rafting yang memang kebanyakan pertama bagi kami.

Permainan respon kesiapan bermain Gajah dan Bebek

Permainan respon kesiapan 

Setelah hampir 30 menit lebih akhrinya kami akan segera berangkat rafting di sungai, tim terbagi dalam 7 perahu karet, masing-masing perahu bermuatan 5 orang kecuali perahu 1 dan 7 sebanyak 6 orang. Ketebulan saya kebagian di perahu 7 yang beranggotakan 6 orang termasuk putri dari pemilik perusahaan yakni mba Devy.


Kemudian berangkat kami semua ke sungai yang lumayan deras itu, asiiikk...juga tapi deg-degan broo,.Dari pada cerita ini kepanjangan mending liat aja dah galeri photo dibawah ini yoo.. thanks ya udah pada baca, seeee u





Kesimpulannya adalah destinasi D'riam riverside resort di Ciwidey rekomended deh, apalagi buat pembentukan kebersamaan tim, disini tersedia tempat-tempat untuk bermain untuk pembentukan tim yang solid. Selepas dari sana saya perhatiin tim terlihat gahar dalam bekerja.. adrenalin mereka seperti terpacu.. apa iya apa tidak, tapi yang pasti saya lihat begitu.

So buat yang mampir kesini dan kebetulan sedang mencari tempat untuk gathering atau hal sejenisnya mungkin tempat ini bisa jadi pilihan.
Terima kasih



Tuesday, 2 May 2017

Menikmati Keperawanan Payakumbuh

Awal bulan puasa sebentar lagi akan bertalu-talu, semua menyambut dengan gembira..bahkan sebagian umat lain juga menyambutnya. Setelah itu akan ada hari kemenangan, hari dimana kaum muslimin memenangkan pertandingan selama kurang lebih satu bulan. Menahan lapar, menjaga gawang dari kebobolan dahaga, amarah, mengatur hati untuk kehidupan rohani yang lebih baik.


Momen kemenangan ini menjadi ajang bersilahturahmi ke sanak sodara, handai taulan. Nah kebanyakan dari kita pulang ke kampung bertemu orang tua, teman sepermainan kala masih kecil atau kadang ada yang stalking-stalking mantan...hehehe..

Lumayan juga pembukaan dengan judul Menikmati Keperawanan Payakumbuh, Ya Payakumbuh, Payakumbuh adalah tempat asli saya dilahirkan. Sekitar 30 tahun yang lalu saya dilahirkan di kota ini. Sampai saat setelah sekian lama. Saya akhirnya pulang ke Payakumbuh dan saya bisa mengatakan kota payakumbuh masih "seret" "keset" dengan kata lain perawannya masih terasa.



Hari Pertama tiba di kota ini sampai dirumah orang tua di daerah Kel. Padang Tinggi Koto nan IV Payakumbuh Barat. Sama memang dengan daerah kebanyakan di Payakumbuh, disini mayoritas penduduk mengelola hasil bumi, ada juga yang merantau ke negeri lain namun melihat perkembangan ekonomi di kota ini sepertinya banyak masyarakat di kel Padang Tinggi lebih memilih mengelola hasil bumi dan dikirim ke kota Padang atau ke Pekan Baru, Juga sekarang kota ini menjadi pusat kuliner di malam hari sehingga ada sebagian masyarakat yang berjualan masakan di pusat kota Payakumbuh. Berbeda jauh saat 1 dekade silam ketika saya pulang. Bisa dikatakan masyarakat di Padang Tinggi ini tingkat ekonomi sudah meningkat. Bahkan saat berkumpul dengan keluarga besar saya merasa minder karena mereka terlihat lebih mapan dibanding saya yang merantau ke Pulau Jawa. 

Saat sore menjelang saya menyempatkan membersihkan kandang ternak sapi, lokasinya tak jauh dari rumah. rasanya luar biasa perawan, kotorannya muantaap bro, kalo ga percaya nih penampakannya 

membersihkan kotoran sapi


Ini pengalaman luar biasa, luar biasa....aromanya

Tak cukup disitu saja, saya juga memberi makan sapi setelah kandang dibersihkan, mencabut rumput, kebetulan ini rumput yang besar-besar dan tinggi, rumput gajah kali namanya. 

mengangkut rumput 

Kelihatan saya sedang mengangkut rumput gajah untuk makanan sapi. Sapi sapi yang saya kasih makan ini adalah milik orang tua, sapinya ada dua berjenis limosin. kereen kan kayak merek mobil diluar negeri.


Sapi jenis ini konon katanya kalo ga salah denger berasal dari Perancis eh bukan berasal ding maksudnya dikembangkan pertama kali di Perancis, ciri-cirinya mempunyai ukuran tubuh yang besar dan panjang, dengan bulu yang berwarna coklat tua, warna sekeliling mata dan bagian lutut ke bawah berwarna sedikit terang, serta pada sapi limosin jantan memiliki tanduk yang tumbuh ke luar yang sedikit melengkung.


Nah demikian sekelumit soal sapi ini, Keesokannya saya coba merangkai perjalanan saat berada di kota ini, tapi karena kebanyakan rangkaian saya akhirnya ya dirumah saja hehehe... Bangun agak siang saya coba pergi ke kebun dimana dulu adalah tempat nenek bercocok tanam, banyak sejarah yang terjadi dikebun kami menyebutnya Tanjuang Rondah. Lokasinya tak jauh dari rumah sekitar 3 kiloan yaah deketlah..

Tanjuang Rondah, Subarang Betung, Payakumbuh

Sengaja poto ini berlatar rumah yang sudah tua, iya rumah ini adalah peninggalan nenek, Rumah ini kadang menjadi tempat tinggal nenek untuk esoknya bersawah atau bercocok tanam di ladang.

di take panorama mode



Selepas bernostalgia di Tanjuang Rondah saya kembali kerumah, dan dirumah bertemu kakak saya mengajak untuk datang kerumahnya, Lokasi rumah kakak di Taram Kab 50 Kota, tepatnya di kota Taram, ini penampakannya



Dibawah bukit bulek Taram kakak saya tinggal, dari photonya sudah keliatan ini sangat asik kan, bayangkan udara segar selalu ada disini, hanya saja saat berada disana sedang musim panas jadi kolam tampak kering. Tapi itu tidak mengurangi gregetnya karena keperawanan masih terjaga.

pasca wed photo
Perjalanan di kota taram tidak hanya sampai disitu, pesonanya tak hanya melulu soal bukit-bukit yang bercadas. kota ini menyimpan objek wisata lain, selanjut kakak mengajak kami ke palo bonda yang jaraknya sekitar 1,5 kilo dari kediaman kakak. Karena musim kemarau, kakak mengajak saya untuk survei lokasi dulu dengan sepeda motornya. Bremmmm...breeem....breem.....sampailah saya dilokasi palo bonda, taram.

Sayangnya saya ga bawa hape ketika sampai di palo bonda ini, kondisi ketika itu agak kering, tapi tenang saya cari photo terbaru dari grup whatsapp keluarga, so check it out bro...

(Bersambung)